Gresik(jawatimur)LiputanKhusus.Com-Kelangkaan Pertalite di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kabupaten Gresik mendorong polisi memeriksa pasokan sekaligus menelusuri dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Dalam penanganan kasus tersebut, Polsek Kebomas mengamankan 14 orang bersama 14 kendaraan yang diduga digunakan untuk membeli Pertalite dengan tangki sepeda motor yang telah dimodifikasi, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp12.000 per liter.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Mohammad Prasetyo menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, Pertalite dibeli menggunakan sepeda motor bertangki modifikasi. BBM tersebut kemudian dipindahkan ke jeriken dan dikemas dalam botol untuk dijual kembali di warung kelontong milik masing-masing.
“Kami menerima laporan dari Polsek Kebomas mengamankan 14 orang beserta 14 kendaraan yang diduga digunakan untuk mengangkut Pertalite dengan tangki yang telah dimodifikasi,” katanya, Jumat (9/10/2026).
Pengungkapan tersebut menjadi salah satu tindak lanjut Polres Gresik atas keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh Pertalite. Polisi kemudian melakukan pengecekan di sejumlah SPBU untuk mengetahui kondisi pasokan sekaligus menelusuri kemungkinan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Tiga SPBU yang diperiksa meliputi SPBU Petrokimia di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, SPBU Sentolang di Jalan Veteran, serta SPBU Veteran di wilayah Kebomas.
Hasil pengecekan menunjukkan stok Pertalite dan solar di sejumlah lokasi terbatas, bahkan dilaporkan habis. Berdasarkan keterangan pengawas SPBU, kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan jalur pengambilan pasokan BBM dari Depo Surabaya ke Depo Tuban.
Sementara itu, penanganan terhadap 14 orang yang diamankan Polsek Kebomas berlanjut sehari kemudian. Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Gresik mendatangi Polsek Kebomas untuk memberikan pembinaan dan imbauan agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa.
Petugas juga meminta mereka membuat surat pernyataan serta melakukan pendataan terhadap kendaraan yang digunakan. Sebelum dikembalikan kepada pemiliknya, tangki sepeda motor diminta dikembalikan ke bentuk semula.
Penanganan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Meski demikian, informasi yang disampaikan kepolisian sejauh ini masih berupa dugaan berdasarkan keterangan awal.
Polres Gresik memastikan pengawasan tidak berhenti pada tiga SPBU yang telah diperiksa. Pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap di SPBU lain di wilayah Kabupaten Gresik untuk memantau ketersediaan BBM sekaligus menelusuri dugaan penyalahgunaan.
(RN)













Komentar